Tenggarong, 09 September 2025 – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Bidang Pembinaan Perpustakaan melaksanakan kegiatan Visitasi Penilaian Lomba Perpustakaan SMP/MTs Tingkat Kabupaten Tahun 2025 pada tanggal 1 s.d. 2 September 2025.
Visitasi ini dilakukan setelah melalui tahapan penilaian berkas lomba oleh Dewan Juri, yang kemudian menetapkan empat besar perpustakaan sekolah yang masuk nominasi. Adapun sekolah yang terpilih dalam tahap visitasi adalah:
- Perpustakaan SMP Negeri 1 Tenggarong
- Perpustakaan Digital Darul Hikam MTs Negeri 1 Tenggarong
- Perpustakaan Putri Karang Melenu SMP Negeri 3 Tenggarong
- Perpustakaan Widya Dharma SMP Negeri 1 Muara Badak




Kunjungan visitasi diterima langsung oleh pejabat sekolah terkait, di antaranya:
- Rabiatul Huda, S.Pd. (Wakil Kepala SMPN 1 Tenggarong)
- Nasruddin Zainuddin, S.Ag. (Kepala MTsN 1 Tenggarong)
- Sariyani, S.Pd. (Kepala SMPN 3 Tenggarong)
- Muhammad Izomi, M.Pd. (Kepala SMPN 1 Muara Badak)
Pelaksanaan visitasi ini bertujuan untuk menilai kesesuaian instrumen lomba dengan kondisi nyata perpustakaan di lapangan, sehingga hasil penilaian lebih objektif dan akuntabel.
Tim Juri yang ditugaskan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara terdiri dari unsur pakar perpustakaan dan organisasi profesi bidang perpustakaan, dengan susunan sebagai berikut:
- Umi Puji Astutik, S.Pd., M.Si. – Ketua (Kepala MAN 2 Kutai Kartanegara)
- Aji Nirmala Sari – Anggota (Pustakawan)
- Muhammad Arsyad, S.E., M.Si. – Anggota (Gerakan Literasi Kutai)



Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Nur Azizah Abdul Bahri, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekolah. “Lomba Perpustakaan SMP/MTs Tingkat Kabupaten Tahun 2025 menjadi wadah untuk menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif, sekaligus mendukung program belajar mengajar yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan perpustakaan sekolah dapat terus berkembang menjadi pusat literasi yang inspiratif dan mampu meningkatkan budaya baca di kalangan peserta didik.





