Tenggarong, 10 April 2026 – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar kegiatan Pemberian Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Pameran Kearsipan bertajuk “Jejak Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara”, Kamis (09/04), di Aula Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur perangkat daerah, tamu undangan, serta pegiat literasi dan kearsipan. Acara diawali dengan laporan Kepala Diarpus Kukar, H. M. Ridha Darmawan, S.P., M.P.
Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan kearsipan ke depan. “Masih terdapat kesenjangan kualitas pengelolaan arsip antar perangkat daerah, keterbatasan sumber daya manusia kearsipan, belum optimalnya digitalisasi arsip, serta belum terintegrasinya secara penuh sistem kearsipan dengan SPBE, Penghargaan ini menjadi instrumen motivasi dan mendorong terciptanya kompetisi yang sehat antar perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip” ujarnya.


Selain itu, ia menjelaskan bahwa pameran kearsipan disusun secara tematik untuk memudahkan pengunjung memahami perjalanan sejarah daerah. “Pameran dibagi dalam lima zona, mulai dari kesultanan, kolonial, otonomi daerah, pembangunan, hingga digitalisasi arsip sebagai gambaran perkembangan Kukar dari masa ke masa,” ujarnya.
Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada 10 Perangkat Daerah terbaik dan 3 Pengelola Unit Kearsipan II terbaik berdasarkan hasil pengawasan kearsipan internal Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Bidang Pengelolaan Dan Perijinan Penggunaan Arsip (P3A).


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan arsip harus menjadi perhatian serius dan indikator kinerja perangkat daerah. “Pengelolaan arsip ini harus menjadi indikator kinerja kepala organisasi perangkat daerah. Karena ketika kita bicara arsip, kita bicara bagaimana kita mendokumentasikan apa yang telah kita kerjakan, sehebat apapun sistem dan peralatannya, kalau SDM tidak ditingkatkan kapasitasnya, maka tujuan tidak akan tercapai”. Ia pun mendorong Diarpus Kukar untuk terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pengelola arsip di perangkat daerah.
Terkait pameran kearsipan, Bupati menilai kegiatan ini sebagai sarana penting untuk mengenalkan sejarah daerah. “Kutai Kartanegara memiliki sejarah, adat istiadat, dan budaya yang sangat kuat. Ini harus terus kita lestarikan dan kita kenalkan, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjaga arsip sebagai warisan berharga. “Rawatlah arsip kita, karena arsip adalah saksi sejarah yang akan menceritakan apa yang kita lakukan hari ini di masa yang akan datang,” ujarnya sebelum secara resmi membuka kegiatan.


Setelah penyerahan penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan peninjauan Pameran Kearsipan yang menampilkan berbagai arsip bernilai sejarah sebagai representasi perjalanan dan perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara dari masa ke masa. Bupati bersama tamu undangan juga meninjau sejumlah ruangan di Gedung Perpustakaan Umum Kukar.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelolaan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin baik, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip sebagai sumber informasi dan identitas daerah.
