Tenggarong, 3 Agustus 2026 – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperluas layanan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi anak binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (Lapas) Kelas II Tenggarong tentang Peningkatan Minat Baca dan Penyediaan Buku Bacaan bagi Anak Binaan, yang dilaksanakan pada Senin (29/06) di Lapas Kelas II Tenggarong.
Kepala Diarpus Kukar, H. M. Ridha Darmawan, S.P., M.P hadir didampingi Kepala Bidang Bina Pustaka Nur Azizah Abdul Bahri, S.H Pustakawan Ahli Muda Hj. Nadia Adhani, S.E serta Pustakawan Mahir Heni Marlina, S.P Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas II Tenggarong, Zulhendri, beserta jajaran di ruang Kepala Lapas.
Pertemuan diawali dengan diskusi mengenai upaya peningkatan budaya literasi di lingkungan Lapas, khususnya bagi anak binaan. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan akses bacaan yang lebih luas sebagai bagian dari proses pembinaan.
Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Kepala Diarpus Kukar, H. M. Ridha Darmawan, dan Kepala Lapas Kelas II Tenggarong, Zulhendri. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Bidang Bina Pustaka, jajaran pustakawan Diarpus Kukar, serta jajaran Lapas Kelas II Tenggarong.
Melalui kerja sama ini, Diarpus Kukar akan mendukung penyediaan koleksi bahan bacaan yang berkualitas guna meningkatkan minat baca anak binaan. Kehadiran buku-buku bacaan diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat, memperluas wawasan, sekaligus membangun karakter positif selama menjalani masa pembinaan.
Kolaborasi ini menjadi salah satu wujud komitmen Diarpus Kukar dalam mewujudkan pemerataan layanan perpustakaan dan literasi bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dengan budaya membaca yang terus ditumbuhkan, diharapkan anak binaan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta semangat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
